BUDAYA POLITIK
1.PENGERTIAN
BUDAYA POLITIK
ü Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
ü Politik berasal dari bahasa yunani
“politikos” yang berarti dari,untuk atau yang berkaitan dengan warganya ,dengan
demikian politik berarti urusan negara(pemerintahan).
ü Budaya politik adalah pola tingkah laku
individu(waraga negara)dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang
dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
ü Menurut para ahli yaitu :
Ø Alan R.Ball
Budaya politik adalah
suatu susunan yang terdiri atas sikap ,kepercayaan,emosi,dan nilai-nilai
masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
Ø Austin Ranney
Budaya politik adalah
seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara
bersama,sebuah orientasi terhadap objek-objek politik.
Ø Kay Lawson
Budaya politik adalah
terdapatnya satu perangkat yang meliputi seluruh nilai politik yang
terdapat di seluruh bangsa.
Ø Larry Diamond
Budaya politik
adalah keyakinan ,sikap,nilai,ide-ide,sentimen dan evaluasi suatu masyarakat
tentang sistem politik negeri mereka dan peran individu masing-masing dalam
sistem itu.
2.CIRI-CIRI
BUDAYA POLITIK
ü adanya pengaturan kekuasaan
ü proses pembuatan kebijakan pemerintah
ü adanya kegiatan dari partia-partai politik
ü perilaku dari aparat-aparat negara
ü adanya budaya politk menyangkut masalah
legitimasi
ü adanya gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang
memerintah
ü menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber
masyarakat
3.ORIENTASI
POLITIK DAN OBJEK POLITIK
ü Orientasi adalah peninjauan untuk menentukan
sikap(arah,tampat.dsb)yang tepat dan benar ,pandangan yang mendasari pikiran
,perhatian,atau kecenderungan.
ü Ada 3 orientasi dalam budaya politik,yaitu:
Ø Orientasi kognitif,yaitu pengetahuan dan
kepercayaan pada politik,perananya,dan segala kewajibannyaserta input dan
outputnya.
Ø Orientasi afektif,yaitu perasaan terhadap
sistem politik,peranannya para akto dan penampilannya.
Ø Orientasi evaluaif,yaitu keputusan dan
pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar
nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.
ü Objek politik adalah hal yang dijadikan
sasaran dari orientasi warga negara.Terbagi atas 3 yaitu:
Ø Objek politik umum, meliputi sejarah bangsa
,simbol negara,lembaga-lembaga negara,pimpinan negara dan politik yng sifatnya
umum.
Ø Objek politik input ,contohnya partai politik
,kelompok kepentingan ,organisasi masyarakat .pers,dukungan,dan tuntutan.
Ø Objek politik output,contohnya birokrasi
lembaga peradilan ,kebijakan,keputusan ,undang-undang ,dan peraturan.
4. SIKAP
WARGA NEGARA TERHADAP PERANANNYA SEBAGAI SUBJEK POLITIK
Adalah sikap
individu terhadap partisipasinya sendiri dalam sistem politik .Warga negara
sendiri dalam kehidupan bernegara(kehidupan politik)memiliki peranan,tugas,hak
dan kewajiban-kewajiban tertentu .Sebagai waga negara ,dia dapat mempertanyakan
diri sendiri apakah merasa memiliki dan mampu menjalankan seluruh peranannya
ataukah dia merasa tidak mampu dan tapi telah mampu menjalangkan peranannya
tersebut kwdalam kehidupan politik .
Dengan demikian
pribadinya sendiri sebagai warga negara yang dijadikan sasaran sikap atau
orientasi .Jadi,warga negara merupakan objek politik sikap warga negara
terhadap peranannya dalam sistem politik berbeda-beda ,yaitu orientasi
partisipan atau aktif dan orientasi pasif.
5.TIPE-TIPE
BUDAYA POLITIK
ü Tipe budaya politik berdasarkan sikap warga
yang ditunjukkan
Tipe budaya ini
biasanya terjadi di negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks
sehingga menuntut kerja sama yang luasa yang memadukan modal dan
keterampilan.Terbagi atas 2 yaitu:
Ø Budaya politik militan,yaitu budaya politik dimana
prbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik,tetapi
di pandang sebagai usaha jahat dan menantang.
Ø Budaya politik toleransi,yaitu budaya politik
dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai ,berusaha mencari
konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama.
Tipe
budaya politik berdasarkan prientasi politik
Terbagi
atas 3 yaitu:
Ø Budaya politik parokial,adalah budaya politik
dengan tingkat partisipan politik yang sangat rendah yang disebakan oleh faktor
kognitif.
Ø Budaya politik kaula,adalah budaya politik
yang memiliki komposisi sumber daya manusia yang cukup maju namun masih
memiliki tingkat partisipan politik yang rendah atau pasif.
Ø Budaya politik partisipan,adalah budaya politik
yang ditandai dengan tingkat kesadaran politik yang tinggi.
6.TIPE BUDAYA POLITIK
YANG BERKEMBANG DI INDONESIA
Budaya politik partisipan ditandai oleh
anggota masyarakat yang aktif dalam kehidupan politik .seseorang dengan
sendirinya menyadari setiap hak dan tanggung jawabnya.seseorang dalam budaya
politik partisipan dapat menilai dengan penuh kesadaran sistem politik secara
totalis,input dan output maupun posisi dirinya adalah politik.
7.PERKEMBANGAN TIPE BUDAYA
POLITIK SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK YANG BERLAKU
Sistem politik indonesia sesuai dengan amanat
UUD negeri tahun 1945 pasal 1 ayat 2 alah sistem politik demokrasi dimana
kedaulatan ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD .Jadi budaya politik
yang sesuai ,selaras dan sebangun dengan siste politik demokrasi adalah budaya politik
partisipan.
8.PENGERTIAN SOSIALISASI POLITIK
ü Secara umum
Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi
politik para anggota masyarakat dapat menjalani kehidupan politik.
Menurut para ahli
a.
Gabriel Almond
Menunjuk pada proses tempat sikap sikap dan
pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk.
b.
Ramlan Surbakti
Merupakn proses pembentukan sikap dan
orientasi politik anggota masyarakat.
c.
Kenneth P. Lungton
Adalah cara masyarakat meneruskan kebudayaan
politiknya.
d.
Richard E. Dawson
Dapat dipandang sebagai pewarisan pengetahuan
,nilai nilai dan pandangan pandangan politik dari orang tua,guru dan sarana
sarana sosialisasi lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak
dewasa.
9.PENTINGNYA
SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK
a.
Mewarisi budaya politk dari suatu generasi ke generasi
berikutnya
b.
Melestarikan budaya politik dari suatu generasi ke
generasi berikutnya
c.
Mempersiapkan anggota masyarakat untuk dapat berpartisipasi
dengan baik pada proses politik.
d.
Mengembangkan budaya politik yang diwarisi dari generasi
sebelumnya.
e.
Menyesuaikan budaya politik dengan kebutuhan dan
perkembangan zaman
f.
Mewujudkan budaya politik yang
baik,sopan,santun,demokratis dan beradab.
10.PROSES SOSIALISASI
POLITIK
a.
Pengenalan otoritas melalui individu tertentu ,seperti
orang tua anak,presiden dan polisi
b.
Perkembangan perbedaan antara otorias internal dan
eksternal
c.
Pengenalan mengenai institusi institusi politik yang
impersonal
d.
Perkembangan perbedaan perbedaan antara institusi
institusi politik
11.PENGERTIAN,TUJUAN DAN FUNGSI PARTAI
POLITIK
Ø Pengertian partai politik
a. Partai politik adalah organisasi yang
dibentuk oleh sekelompok oang warga negara secar sukarela atas dasar persamaan
kehendak dan cita cita untuk memperjuangkan kepentingan kepentingan anggota
,masyarakay ,bangsa,dan negara.
b. Menurut UU No.1 Tahun 2002,partai politik
adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara RI secara
sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita cita untuk memperjuangkan
kepentingan anggota,masyarakat ,bangsa dan negara melalui pemilihan umum.
c.
Menurut Carl Frederich ,adalah sekelompok manusia yang
terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan
kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan kekuasaan
itu akan memberi kegunaan materill dan idill kepada anggotanya.
Ø Tujuan partai politk
a.
Tujuan umum ,yaitu :
1)
Mewujudkan cita cita nasional bangsa indonesia
sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UU Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2)
Mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan pancasila
dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam NKRI
3)
Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia
4)
Cita citanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
b.
Tujuan khusus
Yaitu untuk memperjuangkan cita citanya dalam
kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara.
Ø Fungsi partai politik
a.
Sarana komunikasi politik,Yaitu partai politik
menyalurkan berbagai aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
b.
Sarana sosialisasi politik,yaitu upaya pemasyarakatan
politik agar dikenal,dipahami,dan dihayati oleh masyarakat.
c.
Sarana rekrutmen politik,yaitu mencari dan mengajak orang
yang berbakat untuk turun aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
d.
Sarana pengatur konflik,yaitu berusaha menyelesaikan
konflik secara damai dan berusaha menjadi penengah yang bersifat netral.
e.
Sarana artikulaskani politik,yaitu bertugas menyatakan
warga masyarakatnya kepada pemerintah dan badan badan politik yang lebih
tinggi.
f.
Sarana agregasi kepentingan,yaitu merumuskan program
politik yang mencerminkan gabungan tuntutan tuntutan dari partai partai politik
yang ada dalam pemerintahan dan menyampaikannya kepada badan legislatif.
12.PERANAN PARTAI POLITIK DALAM
SOSIALISAI BUDAYA POLITIK
Menurut Husin (2012):59)
Partai
politik memiliki fungsi sebagai sarana sosialisasi politik yang merupakan
proses dimana seseorang memprediksi pandangan dan nilai-nilai dan masyarakat
.Lewat proses ini diharapkan partai politik dapat membantu meningkatkan
identitas nasional dan internasional.
13.PENGERTIAN PARTISIPASI
POLITIK
o Secara umum :partisipasi politik adalah
keterlibatan warga dalam segala tahapan kebijakan,mulai dari pembuatan
keputusan ,termasuk juga peluang untuk ikut serta dalam pelaksaan keputusan.
o Menurut para ahli yaitu :
a.
Herbert Mc.Closky
Adalah
kegiatan –kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil
bagian dalam proses pemilihan penguasa ,dan secara langsung atau tidak langsung
,dalam proses pembentukan kebijakan umum.
b.
H .Nie dan Sidney Verba
Adalah
kegiatan pribadi warga negara yang ilegas yang sedikit banyak langsung
bertujuan untuk memengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan atau
tindakan-tindakan yang diambil oleh semua.
c.
Samuel Huntingtonbdan Joon M.Nelson
Adalah
kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi yang dimaksud
untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah.
d.
Prof .Miriam Budiarjo
Adalah
kegiatan seseorang dalam partai politik .Yang mencakup demua kegiatan sukarela
melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan pemimpi-pemimpin
politik dan turut serta secara langsung atau tak langsung.
14.KONSEP PARTISIPASI
POLITIK
|
NO.
|
NAMA AHLI
|
KONSEP
|
|
1.
|
Ramlan Surbakti
|
Partisipasi
politik adalah keikutsertaan warga negarabiasa dalam menentukan segala keputusan menyangkut atau mempengaruhi
hidupnya.
|
|
2.
|
Kevin R.Hardwick
|
Partisipasi
politik ialah memberi perhatian pada cara-cara warga negara berinteraksi
dengan pemerintah ,menyampaikan kepentingannya terhadap pejabat publik agar
mampu mewujudkan kepentingan-kepentingan itu.
|
|
3.
|
Miriam Budiarjo
|
Partisipasi
politik ialah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta
secara aktif dalam kehidupan politk,dengan jalan langsung atau tidak langsung
mempengaruhi kebijakan pemerintah.
|
15.BENTUK-BENTUK
PARTISIPASI POLITIK
a.
Partisipasi individual,partisipasi individual berwujud
kegiatan menulis surat yang berisi tuntutan atau keluhan kepada pemerintah.
b.
Partisipasi kolektif adalah kegiatan warga negara secara
serentak yang dimaksudkan untuk memengaruhi penguasa seperti kegiata dalam
pemilihan umum.Terbagi atas 2 yaitu:
1)
Konvensional ,adalah bentuk partisipasi politik yang
sesuai dengan aturan atau konstitusi
2)
Non konvensional adalah bentuk partisipasi politik yang
tidak sesuai aturan.
Contoh konvensional dan non konvensioanal
adalah :
|
NO.
|
KONVENSIONAL
|
NON KONVENSIONAL
|
|
1.
|
voting
|
Pengajuan petisi
|
|
2.
|
Diskusi politik
|
Berdemonstrasi
|
|
3
|
Kegiatan kampanye
|
Konfrontasi,mogok
|
|
4.
|
Membentuk dan
bergabung dalam kelompok kepentingan
|
Tindak kekerasan politk
harta benda (perusakan ,pemboman,pembakaran)
|
|
5.
|
Komunikasi
individual dengan pejabat politik dan administrasi
|
Tindakan
kekerasan politk terhadap manusia(penculikan,pembunuhan),perang gerilya ,dan
revolusi.
|
16.CONTOH KARAKTER PUBLIK
DAN PRIVAT SEBAGAI PERWUJUDAN BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
a.
Menjadi anggota masyarakat yang independen ,meliputi:
1)
Kesadarn pribadi untuk bertanggung jawab sesuai ketentuan
,bukan karena keterpaksaan atau pengawasan dari luar.
2)
Bertanggung jawab atas tindakan yang diperbuat.
3)
Memenuhi kewajiban moral dan hukum sebagai anggota
masyarakat demokratis.
b.
Memenuhi tanggung jawab personal kewargaan dibidang
ekonomi dan politik,meliputi:
1)
Menjaga diri
2)
Merawat keluarga
3)
Mengasuh dan mendidik anak
c.
Menghormati harkat dan martabat kemanusiaan setiap
individu,meliputi:
1)
Menghormati orang lain
2)
Bersifat sopan
3)
Menghargai hak dan kewajiban sesama warga negara
d.
Berpartisipasi dalam urusan-urusan kewarganegaraan secara
efektif dan bijaksana,meliputi:
1)
Voting
2)
Diskusi politik
3)
Memegang kendali dalam kepemimpinan bila diperlukan
e.
Mengembangkan fungsi demokrasi konstitusional secara
sehat,meliputi:
1)
Kepekaan terhadap unsur-unsur publik
2)
Melakukan penalahan terhadap nilai dan prinsip
konstitusional
3)
Mengambil langkah langkah yang diperlukan bila ada
kekurangannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar