Love Valentine's Day Pumping Heart

Senin, 30 November 2015

materi bab 1 budaya politik pkn

BUDAYA POLITIK
1.PENGERTIAN BUDAYA POLITIK
ü  Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
ü Politik berasal dari bahasa yunani “politikos” yang berarti dari,untuk atau yang berkaitan dengan warganya ,dengan demikian politik berarti urusan negara(pemerintahan).
ü Budaya politik adalah pola tingkah laku individu(waraga negara)dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
ü Menurut para ahli yaitu :
Ø Alan R.Ball
            Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri atas sikap ,kepercayaan,emosi,dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan  isu-isu politik.
Ø Austin Ranney
            Budaya politik adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama,sebuah orientasi terhadap objek-objek politik.
Ø Kay Lawson
             Budaya politik adalah terdapatnya satu perangkat yang meliputi seluruh nilai politik yang terdapat  di seluruh bangsa.
Ø Larry Diamond
               Budaya politik adalah keyakinan ,sikap,nilai,ide-ide,sentimen dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negeri mereka dan peran individu masing-masing dalam sistem itu.

2.CIRI-CIRI BUDAYA POLITIK
ü adanya pengaturan kekuasaan  
ü proses pembuatan kebijakan pemerintah
ü adanya kegiatan  dari partia-partai politik
ü perilaku dari aparat-aparat negara
ü adanya budaya politk menyangkut masalah legitimasi
ü adanya gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah
ü menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
3.ORIENTASI POLITIK DAN OBJEK POLITIK
ü Orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap(arah,tampat.dsb)yang tepat dan benar ,pandangan yang mendasari pikiran ,perhatian,atau kecenderungan.
ü Ada 3 orientasi dalam budaya politik,yaitu:
Ø Orientasi kognitif,yaitu pengetahuan dan kepercayaan pada politik,perananya,dan segala kewajibannyaserta input dan outputnya.
Ø Orientasi afektif,yaitu perasaan terhadap sistem politik,peranannya para akto dan penampilannya.
Ø Orientasi evaluaif,yaitu keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.
ü Objek politik adalah hal yang dijadikan sasaran dari orientasi warga negara.Terbagi atas 3 yaitu:
Ø Objek politik umum, meliputi sejarah bangsa ,simbol negara,lembaga-lembaga negara,pimpinan negara dan politik yng sifatnya umum.
Ø Objek politik input ,contohnya partai politik ,kelompok kepentingan ,organisasi masyarakat .pers,dukungan,dan tuntutan.
Ø Objek politik output,contohnya birokrasi lembaga peradilan ,kebijakan,keputusan ,undang-undang ,dan peraturan.
4. SIKAP WARGA NEGARA TERHADAP PERANANNYA SEBAGAI SUBJEK POLITIK
              Adalah sikap individu terhadap partisipasinya sendiri dalam sistem politik .Warga negara sendiri dalam kehidupan bernegara(kehidupan politik)memiliki peranan,tugas,hak dan kewajiban-kewajiban tertentu .Sebagai waga negara ,dia dapat mempertanyakan diri sendiri apakah merasa memiliki dan mampu menjalankan seluruh peranannya ataukah dia merasa tidak mampu dan tapi telah mampu menjalangkan peranannya tersebut kwdalam kehidupan politik .
                Dengan demikian pribadinya sendiri sebagai warga negara yang dijadikan sasaran sikap atau orientasi .Jadi,warga negara merupakan objek politik sikap warga negara terhadap peranannya dalam sistem politik berbeda-beda ,yaitu orientasi partisipan atau aktif dan orientasi pasif.
5.TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK
ü Tipe budaya politik berdasarkan sikap warga yang ditunjukkan
                Tipe budaya ini biasanya terjadi di negara yang memiliki sistem     ekonomi dan teknologi yang kompleks sehingga menuntut kerja sama yang luasa yang memadukan modal dan keterampilan.Terbagi atas 2 yaitu:
Ø Budaya politik militan,yaitu budaya politik dimana prbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik,tetapi di pandang sebagai usaha jahat dan menantang.
Ø Budaya politik toleransi,yaitu budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai ,berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama.
Tipe  budaya politik berdasarkan prientasi politik
     Terbagi atas 3 yaitu:
Ø Budaya politik parokial,adalah budaya politik dengan tingkat partisipan politik yang sangat rendah yang disebakan oleh faktor kognitif.
Ø Budaya politik kaula,adalah budaya politik yang memiliki komposisi sumber daya manusia yang cukup maju namun masih memiliki tingkat partisipan politik yang rendah atau pasif.
Ø Budaya politik partisipan,adalah budaya politik yang ditandai dengan tingkat kesadaran politik yang tinggi.
6.TIPE BUDAYA POLITIK YANG  BERKEMBANG  DI INDONESIA
Budaya politik partisipan ditandai oleh anggota masyarakat yang aktif dalam kehidupan politik .seseorang dengan sendirinya menyadari setiap hak dan tanggung jawabnya.seseorang dalam budaya politik partisipan dapat menilai dengan penuh kesadaran sistem politik secara totalis,input dan output maupun posisi dirinya adalah politik.
7.PERKEMBANGAN TIPE BUDAYA POLITIK SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK YANG BERLAKU
          Sistem politik indonesia sesuai dengan amanat UUD negeri tahun 1945 pasal 1 ayat 2 alah sistem politik demokrasi dimana kedaulatan ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD .Jadi budaya politik yang sesuai ,selaras dan sebangun dengan siste politik demokrasi adalah budaya politik partisipan.
 8.PENGERTIAN SOSIALISASI POLITIK
ü Secara umum
Sosialisasi politik adalah  proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat dapat menjalani kehidupan politik.
Menurut para ahli
a.     Gabriel Almond
Menunjuk pada proses tempat sikap sikap dan pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk.
b.     Ramlan Surbakti
Merupakn proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat.
c.      Kenneth P. Lungton
Adalah cara masyarakat meneruskan kebudayaan politiknya.
d.     Richard E. Dawson
Dapat dipandang sebagai pewarisan pengetahuan ,nilai nilai dan pandangan pandangan politik dari orang tua,guru dan sarana sarana sosialisasi lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa.
9.PENTINGNYA SOSIALISASI  PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK
a.     Mewarisi budaya politk dari suatu generasi ke generasi berikutnya
b.     Melestarikan budaya politik dari suatu generasi ke generasi berikutnya
c.      Mempersiapkan anggota masyarakat untuk dapat berpartisipasi dengan baik pada proses politik.
d.     Mengembangkan budaya politik yang diwarisi dari generasi sebelumnya.
e.      Menyesuaikan budaya politik dengan kebutuhan dan perkembangan zaman
f.       Mewujudkan budaya politik yang baik,sopan,santun,demokratis dan beradab.
10.PROSES SOSIALISASI POLITIK
a.     Pengenalan otoritas melalui individu tertentu ,seperti orang tua anak,presiden dan polisi
b.     Perkembangan perbedaan antara otorias internal dan eksternal
c.      Pengenalan mengenai institusi institusi politik yang impersonal
d.     Perkembangan perbedaan perbedaan antara institusi institusi politik
      11.PENGERTIAN,TUJUAN DAN FUNGSI PARTAI POLITIK
Ø Pengertian partai politik
a.  Partai politik adalah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok oang warga negara secar sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita cita untuk memperjuangkan kepentingan kepentingan anggota ,masyarakay ,bangsa,dan negara.
b.  Menurut UU No.1 Tahun 2002,partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara RI secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota,masyarakat ,bangsa dan negara melalui pemilihan umum.
c.      Menurut Carl Frederich ,adalah sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberi kegunaan materill dan idill kepada anggotanya.
Ø Tujuan partai politk
a.     Tujuan umum ,yaitu :
1)    Mewujudkan cita cita nasional bangsa indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UU Dasar Negara  Republik Indonesia Tahun 1945
2)    Mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam NKRI
3)    Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia
4)    Cita citanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
b.     Tujuan khusus
Yaitu untuk memperjuangkan cita citanya dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara.
Ø Fungsi partai politik
a.     Sarana komunikasi politik,Yaitu partai politik menyalurkan berbagai aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
b.     Sarana sosialisasi politik,yaitu upaya pemasyarakatan politik agar dikenal,dipahami,dan dihayati oleh masyarakat.
c.      Sarana rekrutmen politik,yaitu mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turun aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
d.     Sarana pengatur konflik,yaitu berusaha menyelesaikan konflik secara damai dan berusaha menjadi penengah yang bersifat netral.
e.      Sarana artikulaskani politik,yaitu bertugas menyatakan warga masyarakatnya kepada pemerintah dan badan badan politik yang lebih tinggi.
f.       Sarana agregasi kepentingan,yaitu merumuskan program politik yang mencerminkan gabungan tuntutan tuntutan dari partai partai politik yang ada dalam pemerintahan dan menyampaikannya kepada badan legislatif.

 12.PERANAN PARTAI POLITIK DALAM SOSIALISAI BUDAYA POLITIK
Menurut Husin (2012):59)
    Partai politik memiliki fungsi sebagai sarana sosialisasi politik yang merupakan proses dimana seseorang memprediksi pandangan dan nilai-nilai dan masyarakat .Lewat proses ini diharapkan partai politik dapat membantu meningkatkan identitas nasional dan internasional.
13.PENGERTIAN PARTISIPASI POLITIK
o   Secara umum :partisipasi politik adalah keterlibatan warga dalam segala tahapan kebijakan,mulai dari pembuatan keputusan ,termasuk juga peluang untuk ikut serta dalam pelaksaan keputusan.
o   Menurut para ahli yaitu :
a.     Herbert Mc.Closky
         Adalah kegiatan –kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa ,dan secara langsung atau tidak langsung ,dalam proses pembentukan kebijakan umum.
b.     H .Nie dan Sidney Verba
         Adalah kegiatan pribadi warga negara yang ilegas yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk memengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh semua.
c.      Samuel Huntingtonbdan Joon M.Nelson
         Adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi yang dimaksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah.
d.     Prof .Miriam Budiarjo
         Adalah kegiatan seseorang dalam partai politik .Yang mencakup demua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan pemimpi-pemimpin politik dan turut serta secara langsung atau tak langsung.
14.KONSEP PARTISIPASI POLITIK
NO.
NAMA AHLI
KONSEP
1.
Ramlan Surbakti
Partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negarabiasa dalam menentukan segala  keputusan menyangkut atau mempengaruhi hidupnya.
2.
Kevin R.Hardwick
Partisipasi politik ialah memberi perhatian pada cara-cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah ,menyampaikan kepentingannya terhadap pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingan-kepentingan itu.
3.
Miriam Budiarjo
Partisipasi politik ialah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politk,dengan jalan langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah.

15.BENTUK-BENTUK PARTISIPASI POLITIK
a.     Partisipasi individual,partisipasi individual berwujud kegiatan menulis surat yang berisi tuntutan atau keluhan kepada pemerintah.
b.     Partisipasi kolektif adalah kegiatan warga negara secara serentak yang dimaksudkan untuk memengaruhi penguasa seperti kegiata dalam pemilihan umum.Terbagi atas 2 yaitu:
1)    Konvensional ,adalah bentuk partisipasi politik yang sesuai dengan aturan atau konstitusi
2)    Non konvensional adalah bentuk partisipasi politik yang tidak sesuai aturan.
Contoh konvensional dan non konvensioanal adalah :
NO.
KONVENSIONAL
NON KONVENSIONAL
1.
voting
Pengajuan petisi
2.
Diskusi politik
Berdemonstrasi
3
Kegiatan kampanye
Konfrontasi,mogok
4.
Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan
Tindak kekerasan politk harta benda (perusakan ,pemboman,pembakaran)
5.
Komunikasi individual dengan pejabat politik dan administrasi
Tindakan kekerasan politk terhadap manusia(penculikan,pembunuhan),perang gerilya ,dan revolusi.

16.CONTOH KARAKTER PUBLIK DAN PRIVAT SEBAGAI PERWUJUDAN BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
a.     Menjadi anggota masyarakat yang independen ,meliputi:
1)    Kesadarn pribadi untuk bertanggung jawab sesuai ketentuan ,bukan karena keterpaksaan atau pengawasan dari luar.
2)    Bertanggung jawab atas tindakan yang diperbuat.
3)    Memenuhi kewajiban moral dan hukum sebagai anggota masyarakat demokratis.
b.     Memenuhi tanggung jawab personal kewargaan dibidang ekonomi dan politik,meliputi:
1)    Menjaga diri
2)    Merawat keluarga
3)    Mengasuh dan mendidik anak
c.      Menghormati harkat dan martabat kemanusiaan setiap individu,meliputi:
1)    Menghormati orang lain
2)    Bersifat sopan
3)    Menghargai hak dan kewajiban sesama warga negara
d.     Berpartisipasi dalam urusan-urusan kewarganegaraan secara efektif dan bijaksana,meliputi:
1)    Voting
2)    Diskusi politik
3)    Memegang kendali dalam kepemimpinan bila diperlukan
e.      Mengembangkan fungsi demokrasi konstitusional secara sehat,meliputi:
1)    Kepekaan terhadap unsur-unsur publik
2)    Melakukan penalahan terhadap nilai dan prinsip konstitusional
3)    Mengambil langkah langkah yang diperlukan bila ada kekurangannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar